Durian, Si Raja Buah yang Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan
Rabu, 5 Okt 2022 14:34 WIB

Durian dikenal dengan sebutan raja buah yang sangat terkenal di Asia Tenggara. Banyak orang suka menyantap durian karena rasanya yang nikmat dan wanginya yang khas hingga membuat ketagihan.

Buah yang memiliki duri dan berwarna hijau ini tumbuh di beberapa negara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Bahkan, setiap daerah memiliki jenis serta nama durian masing-masing, seperti durian montong dari Medan Sumatera Utara, atau durian musang king dari Malaysia.

Durian memang memiliki aroma yang menyengat. Namun, ternyata durian memiliki nutrisi yang tinggi jika dibandingkan dengan nutrisi buah-buahan yang lain.

Dilansir dari Healthline, Kamis (30/6/2022), durian termasuk ke dalam golongan buah yang kaya akan serat, vitamin B, vitamin C, dan nutrisi lain seperti karotenoid, polifenol, flavonoid, dan anthocyanin yang berfungsi sebagai antioksidan.

Selain itu, durian kaya akan karbohidrat, lemak, kalori, natrium, fosfor, protein, magnesium, dan folat. Karena itu, durian tentu dapat dijadikan sebagai salah satu daftar buah yang harus Anda konsumsi, karena dapat memberikan berbagai manfaat bagi tubuh Anda.

Berikut ini sejumlah manfaat durian untuk kesehatan yang perlu Anda ketahui, yang sudah dirangkum oleh tim Durian Haji Acep dari berbagai sumber:

1. Meringankan Rasa Sakit

Durian mengandung vitamin C yang sangat tinggi. Ya, kekurangan vitamin C dapat menyebabkan berbagai macam masalah di tubuh Anda seperti nyeri sendi, sariawan, dan lain sebagainya. Kandungan vitamin C juga bisa menunjang sistem kekebalan tubuh Anda, sehingga Anda tak mudah sakit.

2. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Selain vitamin C, durian juga kaya akan kandungan potasium. Potasium disebut bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah tinggi yang menjadi salah satu pemicu sakit jantung.

Selain itu, durian mengandung serat yang tinggi serta lemak tak jenuh. Dua nutrisi ini dibutuhkan untuk meningkatkan kesehatan jantung Anda.

3. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Durian mengandung gula alami yang akan terfermentasi setelah terpapar bakteri usus selama proses pencernaan.

Proses ini dapat menghasilkan prebiotik, memberi makan bakkteri asam laktat yang berfungsi pada mikrobioma usus, serta mendukung fungsi pencernaan dan kesehatan usus besar. Selain itu, kandungan seratnya juga membantu melancarkan buang air besar.

4. Meningkatkan Kesehatan Janin dalam Rahim

Durian juga kaya akan vitamin B, terutama folat. Folat merupakan nutrisi yang sangat dibutuhkan di masa kehamilan, sebab dapat membantu proses perkembangan janin secara tepat melalui saraf pusat.

Selain itu, mengonsumsi durian juga dapat meningkatkan kesuburan Anda dan pasangan. Meski demikian, Anda tetap harus berhati-hati. Pasalnya, terlalu banyak mengonsumsi durian dapat menimbulkan efek yang berbahaya. Konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi buah ini, terutama jika Anda baru pertama kali mengonsumsinya.

5. Melawan Infeksi

Durian mengandung antioksidan yang tinggi. Selain itu, kulitnya juga mengandung senyawa antibakteri untuk melawan infeksi.

6. Mencegah Kekurangan Gizi pada Orang Tua

Umumnya, lansia rentan mengalami penurunan berat badan dan kekurangan nutrisi yang disebabkan beberapa faktor. Salah satunya karena berkurangnya nafsu makan.

Mengonsumsi durian disebut bisa menjadi salah satu cara meningkatkan kembali nafsu makan yang hilang. Selain itu, kandungan thiamin di dalamnya dapat mengurangi risiko terkena alzheimer.

7. Menurunkan Gula Darah

Indeks glikemik yang dikandung durian lebih rendah jika dibandingkan dengan buah tropis lainnya. Karena itu, mengonsumsi durian tidak akan meningkatkan gula darah Anda secara drastis.

Namun, ada dampak buruk mengonsumsi durian. Durian memang memiliki rasa yang lezat dan kaya akan manfaat. Namun, jika dikonsumsi berlebihan, durian juga bisa menimbulkan masalah kesehatan.

Konsumsi durian secara berlebihan tentu akan berisiko memberikan efek tidak baik bagi ginjal Anda, terutama jika Anda menderita penyakit ginjal stadium akhir.

Cara Merawat Pohon Durian agar Berbuah Lebat
Selasa, 27 Sep 2022 09:39 WIB

Saat menanam durian atau budidaya durian, hasil yang diharapkan tentu saja adalah pohon durian berbuah banyak dan buahnya berkualitas bagus. Namun, kerap kali hal yang terjadi adalah sebaliknya, di mana pohon durian berbuah sedikit dan kualitasnya rendah.

Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (22/9/2022), ada beberapa penyebab pohon durian berbuah sedikit. Pertama, penggunaan bibit yang tidak berkualitas atau tidak unggul.

Memilih bibit unggul dan berkualitas adalah langkah awal agar pohon durian yang ditanam mampu menghasilkan buah yang lebat dengan daging buah yang berkualitas.

Kedua adalah faktor pemupukan. Kekurangan atau defisiensi unsur hara adalah salah satu penyebab durian tidak mampu berbuah atau berbuah sedikit dan berkualitas rendah.

Ketiga, pengaturan jumlah bunga dan bakal buah. Penyebab lainnya adalah kecukupan air, sebab selain unsur hara air juga berpengaruh terhadap produktifitas dan kualitas buah durian.

Penyebab pohon durian berbuah sedikit juga adalah hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit adalah salah satu penyebab rendahnya produktifitas dan kualitas daging buah durian.

Berikut beberapa cara merawat pohon durian agar berbuah lebat.

1. Pemupukan tepat dan berimbang

Pemupukan utama

Pemupukan utama dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga dan saat pembesaran buah.

Patokan pemupukan pohon durian adalah masa panen puncak, karena musim buah durian berbeda-beda di setiap lokasi agroekosistem dan pergeseran musim berbuah karena pengaruh pergeseran iklim.

Berikut ini waktu pemupukan, dosis dan jenis pupuk untuk tanaman durian.

Pemupukan pertama dilakukan setelah buah dipanen. Tunas air, cabang, dan ranting pohon durian yang terlalu rimbun terinfeksi penyakit sebaiknya dipangkas.

Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah kompos atau pupuk kandang sebanyak 2 hingga 2,5 kg per meter persegi, pupuk NPK sebanyak 15 hingga 25 gram per meter persegi, dan kapur dolomit sebanyak 50 hingga 100 gram per meter persegi.

Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur di bawah tajuk tanaman.

Adapun pemupukan kedua dilakukan empat bulan setelah pemupukan pertama atau pada akhir musim hujan dan diperkirakan satu hingga dua bulan kemudian musim berbunga.

Pupuk yang diberikan mengandung unsur P tinggi, K sedang dan N sangat rendah. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah pupuk SP-36 sebanyak 15 hingga 20 gram per meter persegi, dan pupuk NPK sebanyak 7 sampai 10 gram per meter persegi.

Pemupukan kedua dilakukan untuk menyiapkan nutrisi dalam pembentukan bunga.

Pemupukan ketiga dilakukan empat bulan setelah pemupukan kedua atau pada masa pembesaran buah. Pemupukan dilakukan sekitar 60 sampai 67 hari setelah bunga mekar.

Pupuk yang diberikan mengandung unsur P sedang, K tinggi dan N sangat rendah atau nol alias tanpa N. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah pupuk SP-36 dengan dosis 3 sampai 6 gram per meter persegi dan pupuk KCl sebanyak 7 sampai 10 gram per meter persegi.

Pemupukan ketiga dilakukan untuk menyiapkan nutrisi dalam pengisian buah.

Pemupukan tambahan

Pemupukan tambahan untuk pohon durian adalah sebagai berikut.

Pupuk daun untuk pertumbuhan vegetatif dapat menggunakan pupuk daun tipe D (vegetatif). Aplikasi pupuk dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun setelah tanaman mengalami pertunasan.

Pemupukan atau penyemprotan ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan daun agar fotosintesis berjalan optimal.

Adapun pupuk daun untuk pertumbuhan generatif menggunakan pupuk daun tipe B (generatif) yang mengandung boron (Bo). Aplikasi dilakukan pada saat mulai muncul bunga (stadia I) dengan cara disemprotkan pada daun dan bunga.

Penyemprotan dilakukan setiap 10 atau 14 hari sekali sampai buah masak fisiologis atau dua minggu sebelum dipanen.

Pupuk KNO3 (Kalium Nitrat) dan CaNO3 (Kalsium Nitrat) berfungsi untuk meningkatkan kualitas rasa, tekstur, dan warna daging buah. Dosisnya adalah 50 gram KNO3 dan 50 gram CaNO3 dilarutkan dengan 20 liter air.

Aplikasi dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun dan dikocor pada akar. Waktu pemupukan yaitu satu bulan sebelum panen atau sekitar 75 sampai 90 hari setelah bunga mekar.

2. Pengaturan jumlah bunga dan bakal buah

Tujuan pengaturan jumlah bunga dan bakal buah adalah untuk mendapatkan jumlah buah yang optimal sesuai dengan kemampuan tanaman menopang beban buah.

Langkah awal yang harus dilakukan sebelum pengaturan bunga dan bakal buah adalah menentukan target jumlah buah per pohon terlebih dahulu, tahap selanjutnya adalah pengelolaan bunga dan bakal buah. Misalnya ditargetkan 15 ton per hektar, maka jumlah tanaman 100 batang, maka setiap pohon ditargetkan hasil akhirnya 150 kg per pohon.

Bila satu buah beratnya 2 kg maka jumlah buah akhir adalah 75 buah per pohon, bila berat per buah 5 kg maka ditargetkan jumlah buah 30 buah per pohon. Target 15 ton ini untuk tanaman yang sudah dewasa berumur di atas 10 tahun dengan penutupan tajuk sudah lebih dari 80 persen terhadap luas lahan.

Bila tanaman lebih muda maka target dibuat lebih rendah.

Berikut tahapan pengelolaan bunga dan bakal buah yang dilakukan berdasarkan fase perkembangan tanaman.

Stadia bunga II

Ketika bunga sebesar batang korek api (elongasi) mulai dilakukan pengurangan bunga (thining). Bunga yang dibuang adalah bunga yang terdapat diujung cabang dan yang tumbuh di cabang kecil (diameter cabang kurang dari 3 cm).

Jika bunga tersebut dibiarkan, maka akan menghasilkan buah yang berkualitas rendah.

Stadia bunga III

Ketika bunga mekar sampai kelopak bunga lepas dilakukan pengurangan bunga pada cabang produksi. Pengurangan dilakukan terhadap dompolan yang terlalu banyak atau rapat dan kuntum bunga yang berbeda umur terlalu jauh.

Bunga yang dipelihara adalah bunga yang seumuran, yaitu bunga yang selisih mekar tidak lebih dari dua hari. Setiap dompolan disisakan 8 kuntum.

Stadia buah I

Yaitu ketika ukuran buah sebesar kelereng sampai sebesar telur. Buang buah yang abnormal atau buah yang terserang hama dan penyakit.

Maksimal sisakan 4 buah saja pada setiap dompolan.

Stadia buah II

Yaitu ketika ukuran buah sebesar bola tenis sampai sebesar bola takraw. Buang buah yang ukurannya kecil, tidak normal atau terserang hama penyakit.

Setiap dompolan disisakan 1 hingga 2 buah saja supaya buah berkembang dengan maksimal.

Minum Kopi dan Makan Durian Sebabkan Tekanan Darah Tinggi? Ini Kata Dokter
Selasa, 11 Okt 2022 09:18 WIB

Tekanan darah tinggi atau hipertensi masih menjadi salah satu kondisi kesehatan yang perlu perhatian khusus. Spesialis saraf RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr. Eka Harmeiwaty, Sp.S, mengatakan perlu dilakukan penelitian ilmiah lebih lanjut tentang daging kambing, durian, dan kopi sebagai penyebab hipertensi.

"Apakah daging kambing, durian itu penyebab hipertensi? Kalau daging kambing penyebab hipertensi, kenapa orang Arab yang makan daging kambing enggak hipertensi, itu masih perlu penelitian," ujar Eka dalam diskusi daring “Waspada Hipertensi Merusak Otak” di Jakarta, Rabu, 31 Agustus 2022.

Menurutnya, daging kambing juga tidak bisa dikaitkan sebagai penyebab hipertensi. Sejauh ini belum ada jurnal ilmiah yang melakukan penelitian terhadap orang Indonesia bahwa konsumsi daging kambing dapat meningkatkan tekanan darah.

Sedangkan untuk kopi, Mayo Clinic menegaskan batas konsumsi kafein yang aman untuk orang dewasa adalah 400 miligram atau empat cangkir kopi per hari. Namun, Eka mengatakan hal ini berbeda-beda pada setiap orang. Pada beberapa orang, ada yang mengonsumsi segelas kopi langsung membuat jantung berdebar dan tidak sedikit pula yang mampu minum kopi lebih dari empat gelas sehari.

Naiknya tekanan darah saat minum kopi hanya bersifat sementara. Menurut Eka, tekanan darah akan kembali turun saat efek kafein mulai hilang dari dalam tubuh.

"Saat berdebar-debar itu biasanya tensi naik. Setelah efek kafeinnya enggak ada, akan normal lagi, tapi itu kalau dia enggak hipertensi," jelasnya.

Hipertensi memiliki banyak faktor penyebab, salah satunya tingginya konsumsi garam dan rendahnya asupan kalium. Saat orang mengonsumsi makanan asin secara berlebihan maka tekanan darahnya akan langsung meningkat.

Ras juga mempengaruhi tekanan darah. Orang-orang Asia dianggap lebih sensitif terhadap garam dibanding orang Eropa dan Amerika. Bahkan, organisasi kesehatan dunia (WHO) menganjurkan untuk lebih sedikit mengonsumsi garam.

"Makanan yang bisa membuat mendadak darah tinggi adalah makanan asin. Orang Asia sangat sensitif kepada garam, ini dari faktor genetik dan ras. Satu lagi yang dapat menyebabkan hipertensi adalah konsumsi kalium yang rendah," tutur Eka.

Orang dengan Diabetes dan Kolesterol Tinggi, Bolehkah Makan Durian?
Rabu, 5 Okt 2022 14:33 WIB

Durian merupakan buah yang terkenal dan sangat disukai sebagian penduduk di Indonesia. Namun, apa boleh orang dengan riwayat penyakit tertentu mengonsumi buah manis itu?

Bagi orang yang memiliki riwayat kolesterol tinggi mengonsumsi durian masih boleh. Asalkan tidak dikonsumsi secara berlebihan seperti disampaikan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah dari RS Siloam Lippo Village, Ira Andaningsih.

"Faktanya, tetap boleh dikonsumsi, namun tidak dalam porsi yang banyak. Sebab apa? Dalam buah durian terdapat kalori yang besar, sehingga bisa meningkatkan kalori dan memacu simpatis. Jadi wajar, ketika setelah makan durian membuat tensi naik, tapi hanya sementara, tidak jangka panjang," ungkap Ira.

Sementara itu, bagi orang diabetes disarankan tidak mengonsumsi durian. Sebab, kalori buah satu ini sangat sangat tinggi.

"Untuk diabetesi tidak boleh makan durian karena kalori tinggi," tutur Ira di MaxxBox Lippo Village Tangerang, Sabtu (1/10/2022).

Di kesempatan berbeda, pakar nutrisi Rita Ramayulis juga mengatakan orang dengan diabetes tidak boleh makan durian.

Orang dengan diabetes dilarang makan durian karena kandungan gula di buah ini yang begitu tinggi. Seperti kita ketahui, diabetesi harus membatasi asupan gula ke tubuh.

"Orang dengan diabetesi tidak boleh mengonsumsi buah musiman karena tinggi gula. Ya seperti rambutan, duku, kelengkeng dan durian ini," ucap Rita.

Kalau orang dengan diabetes makan durian, meski hanya satu biji, gula darahnya akan langsung melonjak tak terkendali.

Bila Amat Ingin Makan Durian

Namun, bila orang dengan diabetes amat ingin makan buah ini, Rita mengatakan boleh tapi hanya mencicip sedikit saja. Mencicipi satu potong kecil boleh disertai dengan mengonsumsi sayuran. 

"Dia makan satu (mencicip sedikit) tapi enggak boleh dimakan tunggal alias durian itu doang. Kalau seperti itu gulanya langsung naik," kata Rita.

"Makanya, makan durian bagi diabetesi harus dibarengi dengan sayuran. Sehingga, gula ditahan oleh serat sayur, gula pun naik sedikit-sedikit," pesannya.

Makan Durian Tidak Boleh Dalam Perut Kosong?

Sementara itu, bagi orang tanpa penyakit penyerta alias sehat boleh-boleh saja makan durian secukupnya. Seperti makan buah pada umumnya, tidak perlu makan besar terlebih dahulu.

"Enggak (harus makan nasi dahulu). Prinsip makan durian sama seperti buah lainnya. Prinsip buah itu bisa makan kapan saja, hanya porsinya harus diperhatikan" kata Rita saat ditemui di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu. 

Durian adalah buah tropis asli Asia Tenggara. King of fruit ini banyak tumbuh di negara-negara Asia Tenggara, terutama di Thailand, Indonesia, Filipina, Brunei, dan Malaysia.

Ada banyak orang yang menyukai buah berdaging putih atau kining satu ini tapi ada juga yang membencinya. Salah satunya lantaran aroma durian yang sangat menyengat.

Aroma menyengat pada durian muncul karena durian mengandung asam amino langka yang disebut etionin. Hal ini diungkapkan oleh sekelompok peneliti di Technical University of Munich di Jerman seperti mengutip laman IPB.

Sementara studi terbaru yang diterbitkan dalam Journal of Agriculture and Food Chemistry menemukan bahwa kandungan etioninnya meningkat saat durian matang yang menyebabkan buah durian melepaskan baunya.