Saat menanam durian atau budidaya durian, hasil yang diharapkan tentu saja adalah pohon durian berbuah banyak dan buahnya berkualitas bagus. Namun, kerap kali hal yang terjadi adalah sebaliknya, di mana pohon durian berbuah sedikit dan kualitasnya rendah.
Dikutip dari laman Cybex Kementerian Pertanian RI, Kamis (22/9/2022), ada beberapa penyebab pohon durian berbuah sedikit. Pertama, penggunaan bibit yang tidak berkualitas atau tidak unggul.
Memilih bibit unggul dan berkualitas adalah langkah awal agar pohon durian yang ditanam mampu menghasilkan buah yang lebat dengan daging buah yang berkualitas.
Kedua adalah faktor pemupukan. Kekurangan atau defisiensi unsur hara adalah salah satu penyebab durian tidak mampu berbuah atau berbuah sedikit dan berkualitas rendah.
Ketiga, pengaturan jumlah bunga dan bakal buah. Penyebab lainnya adalah kecukupan air, sebab selain unsur hara air juga berpengaruh terhadap produktifitas dan kualitas buah durian.
Penyebab pohon durian berbuah sedikit juga adalah hama dan penyakit. Serangan hama dan penyakit adalah salah satu penyebab rendahnya produktifitas dan kualitas daging buah durian.
Berikut beberapa cara merawat pohon durian agar berbuah lebat.
Pemupukan utama dilakukan tiga kali dalam setahun, yaitu setelah masa panen puncak, sebelum masa berbunga dan saat pembesaran buah.
Patokan pemupukan pohon durian adalah masa panen puncak, karena musim buah durian berbeda-beda di setiap lokasi agroekosistem dan pergeseran musim berbuah karena pengaruh pergeseran iklim.
Berikut ini waktu pemupukan, dosis dan jenis pupuk untuk tanaman durian.
Pemupukan pertama dilakukan setelah buah dipanen. Tunas air, cabang, dan ranting pohon durian yang terlalu rimbun terinfeksi penyakit sebaiknya dipangkas.
Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah kompos atau pupuk kandang sebanyak 2 hingga 2,5 kg per meter persegi, pupuk NPK sebanyak 15 hingga 25 gram per meter persegi, dan kapur dolomit sebanyak 50 hingga 100 gram per meter persegi.
Pemupukan dilakukan dengan cara ditabur di bawah tajuk tanaman.
Adapun pemupukan kedua dilakukan empat bulan setelah pemupukan pertama atau pada akhir musim hujan dan diperkirakan satu hingga dua bulan kemudian musim berbunga.
Pupuk yang diberikan mengandung unsur P tinggi, K sedang dan N sangat rendah. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah pupuk SP-36 sebanyak 15 hingga 20 gram per meter persegi, dan pupuk NPK sebanyak 7 sampai 10 gram per meter persegi.
Pemupukan kedua dilakukan untuk menyiapkan nutrisi dalam pembentukan bunga.
Pemupukan ketiga dilakukan empat bulan setelah pemupukan kedua atau pada masa pembesaran buah. Pemupukan dilakukan sekitar 60 sampai 67 hari setelah bunga mekar.
Pupuk yang diberikan mengandung unsur P sedang, K tinggi dan N sangat rendah atau nol alias tanpa N. Jenis dan dosis pupuk yang digunakan adalah pupuk SP-36 dengan dosis 3 sampai 6 gram per meter persegi dan pupuk KCl sebanyak 7 sampai 10 gram per meter persegi.
Pemupukan ketiga dilakukan untuk menyiapkan nutrisi dalam pengisian buah.
Pemupukan tambahan untuk pohon durian adalah sebagai berikut.
Pupuk daun untuk pertumbuhan vegetatif dapat menggunakan pupuk daun tipe D (vegetatif). Aplikasi pupuk dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun setelah tanaman mengalami pertunasan.
Pemupukan atau penyemprotan ini berfungsi untuk meningkatkan kualitas dan kesehatan daun agar fotosintesis berjalan optimal.
Adapun pupuk daun untuk pertumbuhan generatif menggunakan pupuk daun tipe B (generatif) yang mengandung boron (Bo). Aplikasi dilakukan pada saat mulai muncul bunga (stadia I) dengan cara disemprotkan pada daun dan bunga.
Penyemprotan dilakukan setiap 10 atau 14 hari sekali sampai buah masak fisiologis atau dua minggu sebelum dipanen.
Pupuk KNO3 (Kalium Nitrat) dan CaNO3 (Kalsium Nitrat) berfungsi untuk meningkatkan kualitas rasa, tekstur, dan warna daging buah. Dosisnya adalah 50 gram KNO3 dan 50 gram CaNO3 dilarutkan dengan 20 liter air.
Aplikasi dilakukan dengan cara disemprotkan pada daun dan dikocor pada akar. Waktu pemupukan yaitu satu bulan sebelum panen atau sekitar 75 sampai 90 hari setelah bunga mekar.
Tujuan pengaturan jumlah bunga dan bakal buah adalah untuk mendapatkan jumlah buah yang optimal sesuai dengan kemampuan tanaman menopang beban buah.
Langkah awal yang harus dilakukan sebelum pengaturan bunga dan bakal buah adalah menentukan target jumlah buah per pohon terlebih dahulu, tahap selanjutnya adalah pengelolaan bunga dan bakal buah. Misalnya ditargetkan 15 ton per hektar, maka jumlah tanaman 100 batang, maka setiap pohon ditargetkan hasil akhirnya 150 kg per pohon.
Bila satu buah beratnya 2 kg maka jumlah buah akhir adalah 75 buah per pohon, bila berat per buah 5 kg maka ditargetkan jumlah buah 30 buah per pohon. Target 15 ton ini untuk tanaman yang sudah dewasa berumur di atas 10 tahun dengan penutupan tajuk sudah lebih dari 80 persen terhadap luas lahan.
Bila tanaman lebih muda maka target dibuat lebih rendah.
Berikut tahapan pengelolaan bunga dan bakal buah yang dilakukan berdasarkan fase perkembangan tanaman.
Ketika bunga sebesar batang korek api (elongasi) mulai dilakukan pengurangan bunga (thining). Bunga yang dibuang adalah bunga yang terdapat diujung cabang dan yang tumbuh di cabang kecil (diameter cabang kurang dari 3 cm).
Jika bunga tersebut dibiarkan, maka akan menghasilkan buah yang berkualitas rendah.
Ketika bunga mekar sampai kelopak bunga lepas dilakukan pengurangan bunga pada cabang produksi. Pengurangan dilakukan terhadap dompolan yang terlalu banyak atau rapat dan kuntum bunga yang berbeda umur terlalu jauh.
Bunga yang dipelihara adalah bunga yang seumuran, yaitu bunga yang selisih mekar tidak lebih dari dua hari. Setiap dompolan disisakan 8 kuntum.
Yaitu ketika ukuran buah sebesar kelereng sampai sebesar telur. Buang buah yang abnormal atau buah yang terserang hama dan penyakit.
Maksimal sisakan 4 buah saja pada setiap dompolan.
Yaitu ketika ukuran buah sebesar bola tenis sampai sebesar bola takraw. Buang buah yang ukurannya kecil, tidak normal atau terserang hama penyakit.
Setiap dompolan disisakan 1 hingga 2 buah saja supaya buah berkembang dengan maksimal.